Faktapadang.id, EKONOMI – Apresiasi tinggi datang dari Komite IV DPD RI terhadap kinerja progresif Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam waktu yang relatif singkat, instansi ini dinilai berhasil melakukan langkah luar biasa dengan membangun 23.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok negeri.
Langkah cepat ini dipandang sebagai fondasi krusial dalam menyukseskan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang lebih tangguh melalui program makan bergizi nasional yang masif.
Investasi SDM dan Pemutus Rantai Stunting
Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar pemberian bantuan sosial biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sejak dini, Indonesia tengah mempersiapkan sumber daya manusia yang cerdas dan produktif,” ujar Nawardi dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Program ini dianggap sebagai kunci utama dalam memutus rantai stunting yang masih menjadi tantangan besar, sekaligus memperkuat ketahanan sosial bangsa di masa depan.
Sinergi Kolektif Bersama Polri
Keberhasilan pembangunan puluhan ribu titik layanan gizi ini juga tidak lepas dari dukungan institusi Polri. Sinergi tersebut mencakup pembangunan ribuan SPPG tambahan serta gudang ketahanan pangan untuk memastikan pasokan nutrisi tetap terjaga di berbagai daerah.
Nawardi menilai kolaborasi lintas sektoral ini membuktikan bahwa urusan gizi adalah tanggung jawab kolektif. Ia berharap kementerian dan lembaga lain dapat mengikuti jejak progresif ini.
“Ekonomi yang kuat hanya bisa ditopang oleh masyarakat yang sehat secara fisik dan mental. Kami berharap kementerian lain juga memiliki gerak cepat yang sama,” pungkasnya.
Hingga saat ini, SPPG yang telah terbangun diproyeksikan mulai beroperasi penuh untuk melayani target prioritas, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita, guna mendorong percepatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara merata.
(*Drw)











