Faktapadang.id, NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan organisasi dalam penyediaan fasilitasnya. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa hampir semua partai politik (parpol) di Indonesia kini telah mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di berbagai daerah.
Keterlibatan aktor politik ini sempat memicu diskusi publik mengenai netralitas dan standar operasional. Dilansir pada Kamis (15/1/2026), BGN memberikan respons tegas mengenai keterlibatan berbagai pihak dalam program nasional ini.
Nanik Deyang: Kepatuhan Standar Nasional Adalah Harga Mati
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pemerintah tidak membatasi siapa pun yang ingin berkontribusi mengelola dapur MBG, termasuk tokoh politik maupun figur publik. Namun, inklusivitas ini dibarengi dengan syarat yang sangat ketat.
“Siapa pun diperbolehkan mengelola dapur MBG, namun syarat utamanya adalah kepatuhan ketat terhadap standar nasional kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas bahan baku,” tegas Nanik.
BGN mengingatkan para pengelola dapur untuk menjaga kredibilitas dan integritasnya. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya masalah kesehatan pada penerima manfaat, mengingat keamanan pangan menjadi prioritas tertinggi dalam eksekusi Program Makan Bergizi Gratis.
Dari TNI/Polri Hingga Koperasi Gen Z
Selain partai politik, Unit SPPG saat ini juga banyak dikelola oleh instansi negara seperti TNI dan Polri untuk menjangkau wilayah-wilayah strategis. Namun, pintu kemitraan tidak tertutup hanya untuk organisasi besar.
BGN membuka kesempatan luas bagi seluruh warga negara untuk mengajukan diri sebagai mitra, termasuk:
Organisasi Kepemudaan: Mendorong generasi muda atau Gen Z untuk berpartisipasi.
Koperasi: Kelompok masyarakat yang membentuk koperasi dapat mengajukan pengelolaan dapur.
Sektor Swasta: Pelaku usaha lokal yang memenuhi kriteria teknis BGN.
Tujuan utama dari pelibatan berbagai pihak ini adalah untuk memastikan pemerataan distribusi makanan bergizi di seluruh pelosok Indonesia. Dengan kolaborasi lintas sektor, program MBG diharapkan mampu menjangkau setiap lapisan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
(*Drw)













