Perubahan Strategis LPDP: Presiden Prabowo Alokasikan 80 Persen Beasiswa untuk Bidang STEM

Penanganan Bencana Sumatra: Arahan Tegas Presiden Prabowo
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktapadang.id, NASIONAL – Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi strategis yang merombak total proporsi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam arahan terbaru, Presiden memerintahkan agar mayoritas mutlak kuota beasiswa, yakni sebesar 80 persen, dialokasikan khusus untuk bidang keilmuan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Kebijakan ini diambil guna mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) nasional demi mengejar ketertinggalan di kancah global. Dilansir pada Minggu (18/1/2026), instruksi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pelamar beasiswa pendidikan tinggi di Indonesia secara signifikan.

Nasib Rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum)

Instruksi ini secara otomatis mempersempit ruang gerak bagi para pelamar dari rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum). Dengan porsi STEM yang mendominasi hingga 80 persen, bidang-bidang non-saintek kini harus “berebut” sisa kuota yang hanya tinggal 20 persen atau bahkan kurang dari angka tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan arahan ini usai mendampingi Presiden berdiskusi dengan para akademisi dan rektor di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen,” ujar Prasetyo Hadi menegaskan harapan Presiden untuk menggenjot angka ahli teknik dan sains nasional.

Dukungan Anggaran Riset dan Pengembangan

Langkah pemerintah memprioritaskan STEM ini mendapatkan dukungan penuh dari kementerian terkait:

  • Wamendikti Saintek, Stella Christie: Menyebut era kepemimpinan Prabowo memberikan perhatian signifikan pada anggaran riset dan pengembangan teknologi.

  • Kepala BRIN, Arif Satria: Menyoroti rencana peningkatan anggaran riset nasional hingga 50 persen. Saat ini, dana riset Indonesia baru berkisar 0,3 persen dari PDB, dan penguatan melalui LPDP dianggap sebagai langkah awal yang krusial.

Tantangan Pembangunan SDM yang Seimbang

Meskipun penguatan sektor saintek dinilai positif untuk kemajuan industri, kebijakan ini menyisakan tanda tanya besar mengenai nasib pengembangan SDM di bidang sosial, budaya, hukum, dan ekonomi. Selama ini, rumpun Soshum telah menjadi pilar penting dalam pembangunan kebijakan publik dan ketahanan budaya bangsa.

Kini, para calon pelamar LPDP dari latar belakang non-STEM dituntut untuk memiliki profil yang jauh lebih kompetitif mengingat persaingan akan menjadi sangat ketat dengan ketersediaan kursi yang terbatas.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *