Pidato Tegas Presiden Prabowo di Malang: Tidak Akan Mundur Lawan Mafia dan Koruptor yang Larikan Kekayaan Negara

Indonesia Raih Dukungan Tiongkok untuk Presiden Dewan HAM PBB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025)/dpr.go.id.

Faktapadang.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam urusan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Di hadapan ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Kepala Negara menyampaikan kegelisahan mendalam atas banyaknya kekayaan negara yang “lari” ke luar negeri akibat praktik ilegal.

Dengan nada tegas, Presiden berjanji bahwa pemerintahannya tidak akan ragu-ragu untuk menindak segala bentuk manipulasi dan pencurian aset rakyat. Langkah ini diambil demi mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Pemerintah tidak akan ragu menindak tegas siapa pun yang melakukan manipulasi. Kita harus pastikan aset rakyat kembali ke tangan rakyat,” tegas Presiden Prabowo, Minggu (8/2/2026).

Tantangan Moral dan Kelola Sumber Daya

Dalam pidatonya, Prabowo membeberkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun, ia menyayangkan pengelolaan oleh sebagian oknum elit yang masih jauh dari harapan dan justru merugikan negara.

Ia menyebut terlalu banyak kekayaan nasional yang dicuri melalui berbagai praktik penyimpangan birokrasi. Baginya, persoalan ini bukan sekadar masalah ekonomi semata, melainkan tantangan moral besar yang harus dihadapi dengan keberanian kolektif antara pemerintah dan rakyat.

Bersihkan Birokrasi Bersama Rakyat

Dukungan dari masyarakat, khususnya warga NU, diakui menjadi energi tambahan bagi Presiden untuk membersihkan birokrasi dari praktik koruptif. Prabowo menekankan bahwa jika kekayaan alam dikelola dengan jujur dan pandai, maka kesejahteraan rakyat Indonesia akan terjamin secara merata tanpa terkecuali.

Presiden menutup pidatonya dengan janji suci untuk tidak mundur setapak pun dalam melawan mafia dan koruptor yang selama ini merugikan bangsa. Komitmen ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi para pelaku kejahatan kerah putih bahwa ruang gerak mereka akan semakin dipersempit di masa kepemimpinannya.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *