Faktapadang.id – Menjelang puncak arus mudik, PT Telkom Akses mengambil langkah agresif untuk menjamin kelancaran komunikasi masyarakat. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini berkomitmen menjaga stabilitas jaringan di tengah prediksi lonjakan trafik data yang masif pada periode Lebaran tahun ini.
Direktur Operation Telkom Akses, Ambari, mengonfirmasi bahwa kesiapan infrastruktur fisik menjadi prioritas utama. Dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/3/2026), ia menyatakan bahwa perusahaan mengerahkan sebanyak 20.936 personel teknis yang tersebar dari Sumatera hingga Kawasan Timur Indonesia.
Mobilisasi 20 Ribu Teknisi di Titik Krusial
Puluhan ribu tenaga ahli ini bekerja dalam skema siaga untuk melakukan penanganan gangguan secara cepat (recovery) di titik-titik krusial yang menjadi pusat keramaian. Fokus utama perusahaan adalah memastikan pengalaman digital pelanggan tetap prima, baik di area pemukiman maupun jalur transportasi utama selama masa mudik dan balik.
Guna memberikan rasa nyaman bagi pemudik, Telkom Akses mengandalkan sistem monitoring digital 24 jam yang mencakup empat pilar strategi. Selain mobilisasi teknisi, perusahaan juga membentuk Posko Siaga sebagai pusat komando koordinasi lapangan untuk merespons kendala teknis secara real-time.
Optimalisasi Jalur Tol dan Area Publik
Langkah preventif dilakukan melalui pengecekan menyeluruh pada jalur kabel serat optik sebelum puncak mudik tiba. Optimalisasi infrastruktur difokuskan pada area strategis seperti bandara, stasiun, hingga rest area tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera untuk mengantisipasi adanya dead zone sinyal.
Dengan persiapan matang ini, Telkom Akses berharap momen silaturahmi masyarakat tidak terganggu oleh kendala teknis. Dedikasi puluhan ribu teknisi di lapangan merupakan bentuk kehadiran perusahaan dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang andal selama perayaan hari raya Idulfitri.
(*Drw)











