Strategi Pendidikan Prabowo: Targetkan 6 SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Unggulan di Tiap Kabupaten

Respons Tegas Presiden Prabowo Soal Kritik Menteri
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktapadang.id, NASIONAL – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah memacu pembangunan infrastruktur pendidikan berkualitas tinggi secara masif. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan SMA Taruna Nusantara, institusi pendidikan yang dikenal dengan kedisiplinan dan kualitas akademiknya.

Hingga saat ini, SMA Taruna Nusantara telah beroperasi di Magelang, Malang, dan Cimahi. Namun, pemerintah menetapkan target ambisius: pada akhir tahun 2026, akan ada enam kampus Taruna Nusantara yang aktif melayani siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru negeri, Rabu (14/1/2026).

Belajar dari Model Inggris dan Malaysia

Presiden Prabowo merujuk pada kesuksesan negara-negara seperti Malaysia dan Inggris yang telah lama mengandalkan sekolah-sekolah unggulan (boarding school) untuk mencetak elit profesional dan pemimpin masa depan. Menurut beliau, Indonesia perlu mempercepat adopsi model pendidikan serupa untuk mampu bersaing di kancah global.

Sebagai bukti nyata percepatan program ini, pemerintah tengah menggenjot pembangunan kampus baru di dua wilayah strategis:

  1. Ibu Kota Nusantara (IKN): Sebagai pusat peradaban baru Indonesia.

  2. Sumatera Selatan: Untuk memperkuat akses pendidikan unggulan di wilayah Barat Indonesia.

Dari SMA Garuda Hingga Satu Sekolah Unggulan Per Kabupaten

Selain ekspansi SMA Taruna Nusantara, pemerintah juga memperkenalkan konsep SMA Garuda yang direncanakan akan dibangun di setiap provinsi. Rencana jangka panjang kabinet saat ini bahkan lebih luas, yakni menghadirkan satu sekolah unggulan terintegrasi di setiap kabupaten.

Dengan total target mencapai 500 sekolah dalam empat tahun, pemerintah optimistis dapat menghapus kesenjangan kualitas pendidikan antara pusat dan daerah.

“Kita ingin anak-anak terbaik di daerah memiliki akses pendidikan berkualitas yang sama dengan mereka yang di kota besar tanpa harus meninggalkan kampung halamannya,” tegas visi pemerintah dalam program ini.

Modernisasi ini diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kuat untuk membawa Indonesia Emas 2045.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *