Kunjungan Kerja IKN: Presiden Prabowo Tinjau SMA Taruna Nusantara dan Infrastruktur Inti

Respons Tegas Presiden Prabowo Soal Kritik Menteri
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktapadang.id, NASIONAL – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen kuat pemerintah untuk memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana induk (masterplan) dan berkelanjutan sebagai pusat pemerintahan baru.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet (Setkab), Kepala Negara telah berada di lokasi sejak Senin sore, 12 Januari 2026. Kehadiran Presiden bertujuan untuk memantau langsung progres fisik serta memastikan setiap elemen pembangunan berjalan tepat waktu.

Membangun SDM: Meninjau SMA Taruna Nusantara IKN

Berbeda dengan kunjungan sebelumnya yang didominasi oleh isu infrastruktur berat, kali ini Presiden Prabowo memberikan perhatian serius pada aspek Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Presiden melakukan peninjauan langsung ke kawasan SMA Taruna Nusantara di IKN. Fasilitas pendidikan ini dianggap sebagai simbol penguatan sektor pendidikan sekaligus wadah pembinaan karakter generasi muda yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan. Bagi pemerintah, SDM yang unggul adalah fondasi utama bagi keberlangsungan ibu kota masa depan.

Inspeksi Malam: Memastikan Kesiapan Infrastruktur Inti

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan inspeksi mendalam pada malam hari di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut mendampingi Presiden dalam meninjau sejumlah lokasi vital.

Beberapa titik strategis yang menjadi fokus inspeksi meliputi:

  • Istana Negara

  • Paviliun Presiden

  • Kantor Sekretariat Negara

  • Kantor Sekretariat Kabinet

Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan detail infrastruktur dan keselarasan estetika bangunan agar pusat pemerintahan dapat segera berfungsi secara optimal. Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pembangunan fisik dan karakter manusia harus berjalan beriringan demi mewujudkan visi Nusantara sebagai kota dunia yang inklusif.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *