Progres Makan Bergizi Gratis di Kota Tegal Tembus 75 Persen, Dedy Yon Optimis Target Tuntas Akhir 2026

Program MBG Serap 780 Ribu Tenaga Kerja Baru
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/Dok. BGN.

Faktapadang.id, EKONOMI – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan untuk memastikan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tepat sasaran. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Selasa (10/2/2026), BGN bersinergi dengan Forkopimda Tegal Raya dan Brebes guna mengevaluasi capaian teknis di lapangan.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengungkapkan rasa bangganya atas progres yang telah dicapai di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru, implementasi program MBG di Kota Tegal saat ini telah menyentuh angka 75 persen.

Dengan konsistensi pemantauan yang dilakukan secara kolaboratif antara pusat dan daerah, Dedy Yon optimis target 100 persen pemenuhan gizi bagi siswa di Kota Tegal dapat terealisasi sepenuhnya sebelum tahun 2026 berakhir.

Efek Domino bagi Ekonomi Lokal

Selain fokus pada aspek kesehatan dan perbaikan gizi siswa, Dedy Yon menekankan bahwa program ini membawa efek domino positif bagi sektor ekonomi lokal. Salah satu kunci keberhasilannya adalah kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah strategis.

Operasional SPPG terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar, mulai dari tenaga pengolah makanan hingga distributor logistik pangan.

“Hal ini menjadi angin segar dalam upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran melalui pemberdayaan masyarakat di sektor penyediaan pangan bergizi,” tegas Dedy Yon.

Pengawasan Terpadu Tegal Raya dan Brebes

Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang evaluasi bersama bagi wilayah Tegal Raya dan Kabupaten Brebes. Sinergi ini diperlukan mengingat jalur distribusi bahan baku pangan sering kali melintasi batas wilayah administratif.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas menu serta ketepatan waktu distribusi agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh generasi muda sebagai investasi sumber daya manusia di masa depan.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *