Jogja Fashion Carnival 2025 Usung Tema Swara Mahardhika di Malioboro Yogyakarta

Jogja Fashion Carnival 2025 Meriah di Malioboro
Jogja Fashion Carnival (JFC) 2025 yang mengusung tema “Swara Mahardhika” (dok.ist/Fky.id)

Faktapadang.id, NASIONAL – Jalan Malioboro kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Jogja Fashion Carnival (JFC) 2025. Mengusung tema Swara Mahardhika, acara ini resmi dibuka oleh PLT Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY mewakili Gubernur DIY.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pariwisata DIY, Ketua Komisi B DPRD DIY, serta jajaran OPD terkait. Ribuan pengunjung memadati kawasan Malioboro untuk menyaksikan parade busana spektakuler dari para seniman lokal hingga internasional.

“Saya berharap JFC akan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan, serta mampu menggaet lebih banyak wisatawan. JFC juga harus menjadi wadah bagi perancang busana dan seniman untuk berekspresi serta berinovasi,” ujar PLT Asisten dalam sambutannya.

JFC 2025 Hadirkan Seniman Lokal dan Internasional

Gelaran akbar ini diprakarsai oleh Dinas Pariwisata DIY dan sukses menarik perhatian publik. Seniman dari berbagai daerah Indonesia turut serta, mulai dari Yogyakarta, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Tengah.

Tidak hanya itu, JFC 2025 juga dimeriahkan delegasi internasional dari Malaysia, Filipina, Polandia, hingga Zimbabwe. Kehadiran peserta mancanegara ini menambah semarak acara sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai pusat seni dan budaya dunia.

Dengan mengusung tema besar Swara Mahardhika, acara ini menekankan kemuliaan karya, kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab, serta keberlanjutan seni.

Momentum Perkuat Branding Pariwisata DIY

Selain parade busana, Jogja Fashion Carnival 2025 juga menjadi ajang penting dalam memperkuat branding pariwisata DIY. Kehadiran wisatawan lokal maupun mancanegara membuktikan bahwa JFC mampu menjadi daya tarik unggulan yang menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

Dengan suksesnya penyelenggaraan JFC tahun ini, publik berharap acara serupa terus dilaksanakan secara konsisten. Malioboro dan Yogyakarta diharapkan semakin dikenal sebagai pusat kreativitas dan mode yang membanggakan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *