FAKTAPADANG.ID – Dewan Pimpinan Pusat Da’i Rantau Minang (DPP DARAM) resmi menempati kantor pusat baru sekaligus mencanangkan pembangunan Islamic Centre DARAM Terpadu (ICDT) bertaraf internasional di atas lahan seluas 75 hektar.
Peresmian tersebut berlangsung dalam agenda Silaturahmi Akbar yang digelar di kantor pusat DPP DARAM, Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh nasional asal Sumatera Barat serta berbagai organisasi kemasyarakatan Minangkabau.
Ketua Umum DARAM, Elfa Hendri Mukhlis, menyampaikan bahwa peresmian kantor pusat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program dakwah dan sosial hingga ke tingkat nasional dan global.
Ia juga menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas jaringan di kalangan perantau Minangkabau.
“Silaturahmi Akbar ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan jaringan dakwah dan sosial di kalangan perantau Minangkabau,” katanya.
Sedangkan terkait pembangunan ICDT ia menegaskan bahwa ini akan menjadi proyek strategis jangka panjang DARAM. Pembangunan proyek ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan konsep kawasan yang terintegrasi.
“ICDT dirancang tidak hanya sebagai masjid, tetapi sebagai kawasan terpadu yang mencakup pendidikan, ekonomi, dan fasilitas pendukung lainnya,” terangkanya.
Dari total 75 hektar lahan, sekitar 10 hektar akan difokuskan untuk pembangunan pusat utama seperti masjid, lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta unit bisnis pendukung.
Sementara itu, 65 hektar sisanya akan dikembangkan sebagai kawasan komersial, meliputi perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, taman wisata edukasi, hingga kawasan perumahan.
Saat ini, terdapat tujuh alternatif lokasi yang tengah dikaji, termasuk di wilayah Bekasi dan Bogor. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan aspek strategis dan keberlanjutan pengembangan kawasan.
Sementara itu, salah satu pendiri DARAM yang juga anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Buya Gusrizal Gazahar, menyoroti pentingnya keberlanjutan program organisasi.
“Peresmian kantor pusat ini harus diikuti dengan optimalisasi fungsi sebagai pusat aktivitas serta penguatan jaringan dakwah agar dampaknya semakin luas,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi. Ia menegaskan bahwa sejak awal DARAM berfokus pada dakwah, bukan politik praktis.
Menurutnya, peran DARAM berada dalam ranah “politik keumatan”, yakni kontribusi dalam kehidupan sosial dan kebangsaan melalui pemikiran, nasihat, dan peran moral, bukan perebutan kekuasaan.
“Gerakan DARAM berada pada “politik keumatan”, yakni upaya mengelola kehidupan umat secara sosial dan bernegara, tanpa berorientasi pada perebutan jabatan,” katanya.
Manta Ketua MUI Sumbar ini juga mengingatkan bahwa dalam konteks pengembangan organisasi, kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor krusial.
“DARAM diharapkan mampu menghimpun kader yang memiliki kapasitas, inovasi, dan komitmen untuk mendorong kemajuan organisasi secara berkelanjutan. Terutama yang berkaitan dengan rencana pembangunan ICDT,” katanya.[Mut]













